Menyimpan dana keluarga bukan hanya soal mencari instrumen yang memberi imbal hasil. Yang lebih penting adalah kesiapan. Karena kebutuhan keluarga sering datang tanpa aba-aba, aset yang dipilih idealnya mudah dicairkan, jelas cara aksesnya, dan tidak menambah stres saat dibutuhkan.
Dana keluarga seharusnya ditempatkan di aset keuangan yang seimbang antara aman, likuid, dan tetap memberi nilai tambah. Di sinilah pentingnya memahami jenis aset yang paling realistis untuk kebutuhan sehari-hari hingga kondisi darurat.
Apa Itu Aset Keuangan dan Contohnya
Aset keuangan adalah bentuk kekayaan yang nilainya dapat diukur dan disimpan dalam instrumen keuangan, seperti uang tunai, tabungan, deposito, reksa dana, obligasi, atau saham. Aset ini digunakan untuk memenuhi kebutuhan jangka pendek maupun jangka panjang, tergantung tujuan dan cara pengelolaannya.
Untuk dana keluarga, fokus utama biasanya bukan pada spekulasi, melainkan pada kemudahan akses, keamanan, dan kepastian fungsi dana tersebut.
Manfaat Aset Keuangan untuk Dana Keluarga
Aset keuangan membantu menjaga likuiditas sehingga dana bisa diakses saat dibutuhkan. Selain itu, aset juga memungkinkan nilai uang bertumbuh melalui bunga atau imbal hasil. Yang tak kalah penting, aset keuangan memudahkan perencanaan karena dana bisa dipisah sesuai tujuan, seperti dana darurat, dana pendidikan, atau dana kebutuhan tahunan. Dengan pengelolaan yang tepat, ketergantungan pada utang konsumtif pun bisa dikurangi.
3 Aset Paling Mudah Dicairkan untuk Menyimpan Dana Keluarga
Aset pertama adalah uang tunai dan saldo transaksi. Ini adalah bentuk aset paling likuid dan paling cepat digunakan. Cocok untuk kebutuhan harian dan kondisi darurat yang benar-benar mendesak. Namun, uang tunai cenderung mudah terpakai tanpa terasa dan tidak memberikan pertumbuhan nilai.
Aset kedua adalah tabungan yang bisa diakses kapan saja. Tabungan berperan penting untuk dana keluarga yang perlu siap pakai, seperti biaya sekolah, kebutuhan rumah tangga, atau dana cadangan jangka pendek. Keunggulannya ada pada kemudahan pencairan dan kejelasan alur dana. Agar lebih efektif, tabungan sebaiknya dipisah berdasarkan tujuan supaya dana keluarga tidak tercampur dan bocor secara tidak sadar.
Aset ketiga adalah deposito berjangka dengan fleksibilitas pencairan. Deposito berjangka sering dianggap kurang likuid, padahal dengan pilihan yang tepat, deposito justru bisa menjadi tempat menyimpan dana keluarga yang aman sekaligus terencana. Deposito cocok untuk dana yang tidak digunakan setiap hari, tapi tetap ingin disiapkan untuk kebutuhan penting. Terutama jika kamu memilih deposito tanpa penalti, dana bisa dicairkan lebih cepat saat kondisi mendesak tanpa harus mengorbankan kenyamanan finansial.
Dengan pendekatan ini, deposito berjangka berfungsi sebagai lapisan pengaman tambahan. Dana tetap tumbuh, tapi tidak terkunci sepenuhnya.
Cara Mengelola Aset Keuangan agar Dana Keluarga Aman
Langkah pertama adalah menetapkan fungsi tiap aset dengan jelas. Mana yang untuk transaksi harian, mana yang untuk dana darurat, dan mana yang untuk penyimpanan jangka menengah. Langkah berikutnya adalah memisahkan dana berdasarkan tujuan agar tidak saling mengganggu. Evaluasi berkala juga penting untuk memastikan aset bekerja sesuai kebutuhan, bukan sekadar diam di tempat. Yang terakhir, hindari kebiasaan menutup kebutuhan mendadak dengan utang karena dampaknya sering lebih panjang dari masalah itu sendiri.
Dana keluarga paling ideal disimpan dalam aset yang mudah dicairkan dan jelas fungsinya. Uang tunai dan saldo transaksi penting untuk kebutuhan cepat. Tabungan menjaga kesiapan dana rutin. Sementara itu, deposito berjangka bisa menjadi opsi penyimpanan yang lebih disiplin untuk dana keluarga, terutama jika memiliki fleksibilitas pencairan.
Di sinilah Krom Bank bisa menjadi salah satu alat bantu. Krom menyediakan deposito berjangka mulai dari Rp100.000 dengan tenor fleksibel 14 hingga 365 hari dan bunga progresif. Untuk kebutuhan keluarga yang mengutamakan fleksibilitas, tersedia Krom Flex dengan bunga sekitar 6,5% hingga 7,75% per tahun yang memungkinkan pencairan kapan saja tanpa biaya penalti dan tetap mendapatkan bunga setara tabungan. Bagi yang memprioritaskan imbal hasil, ada Krom Max dengan bunga sekitar 7% hingga 8,25% per tahun.
Krom Bank berizin dan diawasi OJK serta BI dan merupakan peserta penjaminan LPS, sehingga dapat membantu menata dana keluarga secara lebih rapi, aman, dan siap digunakan kapan pun dibutuhkan.